Zarathutra
adalah agama yang di anut bangsa Persi pada masa itu . literatur Arab menyebut
nya denga agama Majusi , atau literatur
barat menyebut nya Mazdaism . Keyakinan di dalam agama ini meyakini bahwa , alam semesta ini di kuasai oleh dua kodrat Yaitu
Ahura-Mazda (Ormudz) kodrat Maha
Bijaksana dan Angro-Mayu (Ahriman).
Kodrat Angkara Murka yang mana dua sfat ini saling bertentangan dan berlawanan.
Kepercayaan
Agama ini mewajibkan ; setiap Manusia harus menpunyai kodrat Maha Bijaksana. Dengan
melaksanakan pemujaan dan kebaktian terhadap kedua kodrat tadi , dan menghayati
Fikirah yang baik (Humata), Kata yang
baik (Huk hata), dan Perbuatan yang baik (Havarsta)
Lambang dari Ahuru Mazda adalah api. Maka di
setiap Kota dan tempat berdiri nya kuil
api (Fire Temples) untuk tepat pemujaan dan kebaktian diselenggarakan ,
yang dipimpin oleh para pemuka agama (Destur
Mobed) dan pelyan kebaktian (Herbed)
.
Api air dan
tanah di pandang suci , oleh sebab itu orang wafat tidak di kubur , akan tetapi
di tempatkan pada bangunan tinggi (Menara Senyap) yang khusus didirikan untuk penempatan mayat ,
yang akan menjadi santapan burung Nasar Para penganut
agama ini pada setiap senja menjelang
Matahari terbenam , menuju pantai atau danau ataupun sungai untuk membasuh
keningnya lalu menundukan ke empat penjuru mata angina sambil mengucapkan kata
kata khusus .
Menurut kepercayaan mereka . Pada akhir
zaman , kezaliman sudah merajalela maka Shayosant
akan turun menbangu kerajaan penuh keadilan di muka bumi . Bila kiamat
dating dan disusul denga hari kebangkitan umat Ahura -Mazda memegang kekuasaan
penuh pada masa itu . Setiap manusia harus melintasi Civanto-
Peretu, yaitu sejenis titian yang lebih halus dari di belah tujuh ,
terbentang di atas arus gelombang caian logam panas menyala nyala . Agro-Mayu
dan pengikutnya akan tergelincir dan terbakar selama lamanya di dalam api siksaan
(Gehannama).
Ahura-Mazda pada akhirnya memusnakan yang jaha jahat
itu.tetap bagi mereka yang memuja dan berbakti kepada Ahuru-Mazda akan selamat ,
dan blia melintasi Civanto- Peretu laksana kilat , langsung masuk Paridaiza (Surga Firdaus)
Post a Comment